Selamat Datang di Website Masjid Jamie Alfalaq Jl. Gegerkalong Tengah No.7A Bandung Tlp.022-2011755

Masjid Adalah Rumah Allah

Alhamdulillah pada saat ini kita telah memenuhi panggilan Allah, memenuhi seruan Allah, pada setiap hari Jum’at. Kita telah bersiap-siap mandi sunnah, berwudlu dengan sempurna, kemudian melangkah menuju masjid, baik masjid yang berada di kampungnya maupun masjid yang berada di kantornya. Semua itu dalam rangka memenuhi fardu a’in (kewajiban shalat Jum’at yang Allah fardukan).
Ketahuilah bahwa karena dorongan iman kita berkumpul di sini, sebagai bukti adanya iman yang menghiasi sanubari kita, dalam Al Qur’an Allah SWT berfirman, surah At-Taubah ayat 18 yang artinya ; “Hanya saja orang yang memakmurkan masjid, adalah orang yang beriman kepada Allah, beriman kepada hari Akhirat, yang dia menegakkan sholat yang lima waktu dan dia menunaikan zakat, merekalah yang diharapkan mendapatkan hidayah, mendapatkan petunjuk dari Allah SWT”.
Oleh karena itu layaklah kita bersyukur, memuji kepada Allah SWT termasuk di dalam sabda Rasulullah dari Abi Hurairah, yang artinya : “Orang yang bersuci (berwudlu) di rumahnya kemudian dia pergi menuju kesebuah masjid, rumah Allah, untuk tunaikan dari pada fardhu-fardhu dan kewajiban-kewajiban yang telah Allah tetapkan, adalah dia memperoleh dari tiap-tiap langkahnya, satu langkah digugurkan kesalahannya dan diampuni dosanya oleh Allah dan langkah yang lain ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT”.
Inilah keberuntungan hamba-hamba yang shaleh, hamba-hamba yang cinta kepada masjid. Dikala dia telah selesai menunaikan kefardhuan, dia pulang kembali ke rumahnya, nanti datang waktu dia balik lagi. Demikian termasuk yang disabdakan oleh nabi kita Muhammad SAW yang artinya : “Apabila kamu melihat/me­nyaksikan ada orang yang selalu membiasakan diri datang ke masjid, dia laksanakan shalat, mengaji, atau ‘itikaf, dia pulang ke rumah esoknya dia kembali lagi, begitu terus menerus, Nabi bersabda saksikanlah orang itu, orang yang imannya teguh kepada Allah SWT”.

Di samping kita gembira dengan penuh pelbagai masjid di kota, namun kita juga merasa prihatin karena tidak sedikit, tetap saja sekalipun pangilan Jum’at telah diperdengarkan/ dikumandangkan, terkadang di pasar masih tetap ramai, di mal-mal masih tetap ramai, bahkan kami menjelang menuju ke masjid ini berdekatan dengan masjid ada beberap orang yang kami lihat orang sedang berbaris untuk membeli makanan, nongkrong, inilah yang kita sangat prihatin, tidak sempat mereka berwudlu, tidak sempat mereka bersiap memenuhi panggilan Allah, shalat yang merupakan fardu ‘ain atas diri mereka.
Di samping itu, kita merasa prihatin sebagaimana sering diungkapkan di masmedia cetak, tidak sedikit orang-orang pada hari Jum’at seharusnya ia pergi ke masjid, namun salah langkah bukan menuju ke masjid namun yang didatangi justru restoran-restoran, kadang-kadang yang dia datangi karoke-karoke, dia datangi hotel-hotel dengan kawan-kawan yang lain jenis untuk bermaksiat, Inilah tindakan-tindakan yang hanya mengikuti hawa nafsu, hentikanlah hal-hal yang semacam itu dan segeralah bertaubat dan meminta ampun kepada Allah SWT.
Marilah mulai dari sekarang kita tingkatkan kepedulian kita memakmurkan masjid-masjid baik yang ber­ada di kampung atau di mana kita bekerja, kalau sudah waktunya shalat kita si’arkan/ramaikan. Inilah yang paling baik dan itulah kewajiban kita. Lihatlah bagaimana nabi Muhammad SAW di saat gawat dengan susah payah nabi hijrah dari negeri Makkah menuju Yastrib / Madinah, Nabi musafir mengembara, dikejar oleh musuh, namun nabi ketika sampai di Quba (kurang lebih 3 km dari pusat kota), nabi membangun sebuah masjid, itulah kemudian yang dikenal dengan masjid Quba, yang selalu diziarahi oleh jamaah haji yang sudah menunaikan ibadah haji.

Menunjukan betapa pentingnya kedudukan masjid di dalam pengembangan agama Islam. Setelah dari Quba Nabi berangkat ke Yastrib, dan di sana juga mengutamakan membangun masjid dari pada membangun pemondokannya. Masjid adalah rumah Allah, di dalam hadits Nabi bersabda, yang artinya : “Masjid itu adalah rumah bagi orang yang bertaqwa”.
Apabila kita betul-betul termasuk orang-orang yang bertaqwa kepada Allah SWT, pasti kita senang/betah untuk berhubungan kepada Allah di masjid. Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya : “Orang yang betah, orang yang jinak, atau orang yang suka dengan masjid, niscaya Allahpun suka berhubungan dengan dia”. Di samping orang yang hatinya cinta kepada masjid/lekat kepada masjid, dia juga senang beribadah kepada Allah, nanti di akhirat akan mendapat naungan di bawah naungan Arasy Allah SWT, di hari yang tidak ada teduhan, melainkan teduhan Allah SWT.

Di dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya : “Ada tujuh macam orang nanti akan mendapat teduhan, naungan di bawah Arasy ar-Rahman, di hari yang tidak ada teduhan atau naungan melainkan teduhan Allah saja, di saat orang lain kepanasan, namun ada tujuh golongan yang selamat tidak ditimpa oleh panas di padang mahsyar yang begitu terik, salah satu di antara­nya adalah seorang laki-laki yang hatinya selalu lekat kepada masjid, ia senang dan suka beribadah kepada Allah SWT”.
Di dalam perkataan Ulama disebutkan “orang yang beriman, yang imannya sejati dia di masjid, bagaikan ikan di air, namun sebalikanya orang yang munafiq, yang lidahnya saja mengaku beriman tapi di bathinnya tidak, berada di masjid bagaikan burung di dalam sangkar”. Sekalipun sangkarnya dari emas, makanannya cukup, minumannya cukup tapi burung itu selalu mencari celah-celah di mana ia bisa keluar Marilah kita kembali kepada tuntunan Nabi Muhammad SAW, kita senang di masjid, barang siapa yang datang ke masjid lalu dia niat ‘itikaf, maka dia akan diampuni dosanya oleh Allah SWT. Marilah kita memohon taufiq kepada Allah SWT, mudah-mudahan semakin tebal iman kita semakin cinta pula kita kepada masjid yang merupakan baitullah (rumah Allah).
Tampilkan postingan dengan label Manasik Haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manasik Haji. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Desember 2009

Mekah

0 komentar

Allah Taala menamainya dengan Umul Qura, seperti disebutkan dalam firman-Nya

لِتنذر أم القرى ومن حولها

Artinya: " Supaya kamu memberi peringatan kepada Umul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya. "
Allah juga menamainya dengan Baladul Amin, sesuai firman-Nya:

والتين والزيتون وطور سينين وهذا البلد الأمين

Artinya, " Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman. "
Sebagaimana Allah juga berfirman:

لاأقسم بهذا البلد

Artinya, " Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah). "
Di dalam kota Mekah terdapat Rumah Tua yang Allah Taala telah berfirman:

وليطوفوا بالبيت العتيق

Artinya, " Hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah). "
Allah Taala juga berfirman:

جعل الله الكعبة البيت الحرام قياما للناس

Artinya "Allah telah menjadikan Kakbah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia."
Nabi Ibrahim as. telah berdoa untuknya:

وإذ قال إبراهيم رب اجعل هذا البلد آمنا واجنبني وبني أن نعبد الأصنام

Artinya, "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah) negeri yang aman dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala."

وإذ قال إبراهيم رب اجعل هذا بلدا آمنا وارزق أهله من الثمرات من آمن منهم بالله واليوم الآخر قال ومن كفر فأمتعه قليلا ثم أضطره إلى عذاب النار وبئس المصير

Artinya, "Ingatlah, ketika Ibrahim berdoa, "Ya Tuhanku! Jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa dan berikanlah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya yang beriman kepada Allah dan hari kemudian." Allah berfirman, "Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa mereka menjalani siksa neraka, itulah seburuk-buruk tempat kembali."

وإذ جعلنا البيت مثابة للناس وأمنا واتخذوا من مقام إبراهيم مصلى، وعهدنا إلى إبراهيم وإِسماعيل أن طهرا بيتي للطائفين والعاكفين والركع السجود

Artinya, "Ingatlah, ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat salat, telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud."
Lewat lidah Nabi Ibrahim as. Allah Taala berfirman:

ربنا إني أسكنت ذريتي بواد غير ذي زرع عند بيتك المحرم

Artinya, "Ya Tuhan kami! Sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati."
Ketika kaum kafir Quraisy mengeluarkan Rasulullah saw. dari Mekah, beliau berdiri di atas sebuah gunung dan memandang ke arah kota Mekah dan gunung-gunung yang mengelilinginya seraya bersabda, "Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau (Mekah) adalah negeri yang paling aku cintai dan engkau adalah bumi yang paling dicintai oleh Allah, kalau seandainya orang-orang musyrik tidak mengusirku, niscaya aku tidak akan keluar dari tempatmu."
Dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim disebutkan,bahwa, " Rasulullah saw. bersabda "Sesungguhnya negeri ini telah diharamkan oleh Allah pada saat Allah menciptakan langit dan bumi, dan dia akan tetap menjadi tanah haram -karena Allah telah mengharamkannya- sampai hari kiamat. "
Pada saat pembebasan kota Mekah, Rasulullah saw. juga pernah berdiri di dekat jumrah Aqabah seraya bersabda,"Demi Allah! Engkau adalah sebaik-baik bumi Allah, dan engkau adalah bumi Allah yang paling aku cintai, seandainya saja aku tidak diusir, niscaya aku tidak akan keluar. Dia (Mekah) tidak halal bagi semua orang sejak sebelumku, dan juga tidak halal bagi semua orang sesudahku, dan yang dihalalkan kepadaku hanyalah sesaat saja pada siang hari itu, kemudian setelah itu dia haram. Tumbuhannya tidak boleh dicabut, binatang-binatangnya tidak boleh diburu dan barang-barang temuannya tidak boleh diambil kecuali untuk diumumkan."
Mekah adalah tanah haram Allah dan tanah haram Rasulullah saw. barang siapa yang memasukinya, maka dia akan aman.

Zikir dan Doa

اللهم هذا حرمك وأمنك فحرِّمّني على النار, وآمني من عذابك يوم تبعث عبادك واجعلني من أوليائك وأهل طاعتك. وكان رسول الله (صلى الله عليه وسلم) إذا دخل مكة يقول أيضا:

Artinya, "Ya Allah! Kota Mekah ini adalah tanah haram-Mu dan Engkau yang memberi keamanan di dalamnya, maka haramkanlah atas diriku api neraka dan selamatkanlah aku dari azab-Mu, pada hari ketika Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu dan jadikanlah aku termasuk wali-Mu dan termasuk orang-orang yang taat kepada-Mu. "
Ketika memasuki kota Mekah beliau berdoa:

اللهم لا تجعل منايانا بها حتى تخرجنا منها

Artinya, "Ya Allah! Janganlah Engkau jadikan kematian kami padanya sampai Engkau mengeluarkan kami daripadanya."
Bagi orang yang sedang dalam keadaan ihram, ketika melihat kota Mekah hendaklah membaca:

اللهم اجعل لي بها قرارا وارزقني فيها حلالا

Artinya, "Ya Allah! Jadikanlah bagiku tempat yang baik di dalamnya dan berilah aku rezeki yang halal padanya."
Read more...

Selasa, 08 Desember 2009

Tawaf Wada

0 komentar
1. Mekah
5. Hajar Aswad
2. Masjidilharam
6. Makam Ibrahim
3. Kakbah
7. Hijir
4. Multazam
8. Zamzam
Read more...

Melontar Jumrah

0 komentar
Berangkatlah ke tempat jumrah setelah tergelincir matahari dan mulailah
dari jumrah Shughra'(pertama) yang terletak dekat mesjid Khaif, lontarlah dengan tujuh kerikil satu per-satu dan baca pada setiap lontaran: الله أكبر sambil menghadap kiblat. Angkat kedua tangan dan berdoalah sepanjang surah Al Baqarah. Kemudian lontarlah jumrah Wushtha (tengah) seperti sebelumnya, dengan menghadap kiblat sambil mengangkat tangan dan berdoa. Kemudian lontarlah jumrah Aqabah dengan tujuh lontaran dengan menjadikan Baitullah sebelah kiri Anda dan Mina sebalah kanan.
Read more...

Bermalam Di Mina

0 komentar
1. Allah berfirman:

واذكروا الله في أيام معدودات فمن تعجل في يومين فلا إثم عليه ومن تأخر فلا إثم عليه لمن اتقى

Artinya, " Berzikirlah, dengan menyebut nama Allah dalam beberapa hari tertentu saja. Barangsiapa yang ingin berangkat (dari Mina) dua hari kemudian, maka tiada dosa baginya. Barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula bagi orang yang ingin bertakwa."
2. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra., dia berkata, " Adapun Rasulullah, beliau bermalam dan tetap berada di Mina "
3. Dari Umar ra. dia berkata, bahwa, " Rasulullah saw. melarang orang bermalam di balik Aqabah dan menyuruh mereka supaya masuk ke dalam kawasan Mina. "
Read more...

Tawaf Ifadah

0 komentar

1. Mekah
5. Hajar Aswad
2. Masjidilharam
6. Makam Ibrahim
3. Kakbah
7. Hijir
4. Multazam
8. Zamzam
Read more...

Menyembelih Kurban

0 komentar
Disunahkan ketika menyembelih hewan sembelihan haji atau hewan kurban membaca:

بسم الله والله أكبر، اللهم صل على محمد وعلى آله وسلم اللهم منك وإليك، تقبل مني

Artinya, " Dengan nama Allah, Allah Yang Maha Besar. Ya Allah! Limpahkanlah kesejahteraan dan salam kepada Muhammad saw. dan keluarganya. Ya Allah! (Semua ini) Dari Kamu dan untuk Kamu, terimalah sembelihanku. "
Read more...

Melontar Jumrah Aqabah

0 komentar
Bertalbiah sampai tiba di jumrah Aqabah. Setelah berhenti talbiah, posisikanlah Kakbah di sebelah kiri Anda dan Mina di sebelah kanan, setelah itu, menghadaplah ke Jumrah dan lontarkanlah kerikil yang telah anda siapkan satu persatu sambil bertakbir setiap lontaran.
Read more...

Wukuf di Arafah

0 komentar

Memperbanyak membaca doa pada hari Arafah:

لاإله إِلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شييء قدير

Artinya, "Tiada tuhan kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah Yang memiliki kerajaan (langit dan bumi) dan segala puji hanyalah untuk-Nya dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu."
Kemudian membaca ayat berikut:

شهد الله أنه لا إِله إلا هو والملائكة وأولو العلم قائما بالقسط لا إِله إِلا هو العزيز الحكيم

Artinya, "Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (Yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tidak ada Tuhan (Yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. "
Kemudian membaca doa berikut:

اللهم لك الحمد كالذي نقول، اللهم لك صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي، وإليك مآبي، ولك تراثي، اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر، ووسوسة الصدر وشتات الأمر، اللهم إني أعوذ بك من شر ما يجيء به الريح، ومن شر ما يلج في الليل، وشر ما يلج في النهار، وشر بوائق الدهر

Artinya, " Ya Allah! Segala puji hanyalah untuk Engkau seperti yang kami ucapkan dan lebih baik dari yang kami ucapkan. Ya Allah! Salatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk-Mu dan kepada-Mulah segala apa yang aku tinggalkan. Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan was-was hati juga segala perkara. Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang dibawa angin dan dari kejahatan yang menyelelinap di malam hari dan kejahatan yang menyeliap di siang hari juga dari segala kejahatan kehancuran alam. "
Diteruskan dengan doa berikut:

اللهم إنك تسمع كلامي وترى مكاني، وتعلم سري وعلانيتي، لا يخفى عليك شيئ من أمري، أنا البائس الفقير، المستغيث المستجير، الوجل المشفق المقر المعترف بذنبه، أسألك مسألة المسكين، وأبتهل إليك إبتهال المذنب الذليل، وأدعوك دعاء الخائف الضرير، من خضعت لك رقبته، وفاضت لك عبرته، وذل جسده، ورغم أنفه لك.


Artinya, "Ya Allah! Sesungguhnya Engkau mendengar ucapanku dan melihat tempatku, Engkau mengetahui rahasiaku dan zhahirku. Tidak ada sesuatu urusanku yang tersembunyi dari Engkau, aku hamba yang fakir, peminta pertolongan, mrnginginkan ketenangan, mengakui dosa, aku minta kepada-Mu sebagai orang miskin, aku mengadu kepada-Mu sebagai orang yang hina, aku berdoa kepada-Mu sebagai orang yang takut, tunduk dihadapan-Mu, menyungkurkan tubuh dan wajah di hadapan-Mu."
Seterusnya membaca:

لا إِله إِلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد بيده الخير وهو على كل شيئ قدير، اللهم أجعل في قلبي نورا، وفي صدري نورا، وفي سمعي نورا، وفي بصري نورا، اللهم اشرح لي صدري، ويسر لي أمري، وأعوذ بك من وسواس الصدر وشتات الأمر، وفتنة القبر. اللهم إني أعوذ بك من شر ما يلج في الليل، وشر ما في يلج في النهار، وشر ما تهب به الرياح، ومن شر بوائق الدهر

Artinya, "Tiada Tuhan kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya, Dialah Raja dan segala puji hanyalah untuk-Nya, segala kebaikan ada pada sisi-Nya dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah! Jadikanlah di hatiku cahaya, di dadaku cahaya, di pendengaranku cahaya dan di penglihatanku cahaya. Ya Allah! Lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku. Aku berlindung kepada-Mu dari segala waswas dadaku, dan kekacauan urusan dan dari fitnah kubur. Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang menyelusup pada malam hari, dari kejahatan yang muncul siang hari, dari kejahatan yang dibawa oleh angin dan dari kejahatan bencana-bencana dunia. "
Read more...

Bermalam Di Mina

0 komentar
Jabir ra. meriwayatkan hadis tentang haji Rasulullah saw., dia berkata, "Rasulullah saw. berangkat ke Mina dengan berkendaraan, beliau salat Zuhur, Asar, Magrib dan Subuh. "
Read more...

Ihram Haji Tamattu

0 komentar

Doa ketika memakai ihram

اللهم اجعله حجا مبرورا، لا رياء فيه، ولا سمعة

Artinya, "Ya Allah! Jadikanlah hajiku ini haji mabrur, tidak ada riya dan ingin pujian."

Bacaan talbiah

لبيك اللهم لبيكن لبيك لا شريك لك لبيك، إن الحمد والنعمة لك والملك، لا شريك لك

Artinya, " Telah aku penuhi panggilan-Mu ya Allah! telah aku penuhi panggilan-Mu. Telah aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi Engkau. Telah aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, segala nikmat dan kerajaan adalah kepunyaan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu. "
Read more...

Bercukur Bagi Lekai

0 komentar

Mencukur Rambut atau Memotongnya

Disunahkan bagi lelaki ketika memotong rambut, memegang rambut bagian depan kemudian takbir, tiga kali dan berdoa:

الحمد لله على ما هدانا، والحمد لله على ما أنعم به علينا، اللهـم هـذه ناصيتي فتقبل مني، واغفر لي ذنوبي، اللهم اغفر لي وللمحلقين والمقصرين يا واسع المغفرة آمين.

Artinya, " Segala puja bagi Allah yang telah memberi pertunjuk dan nikmat kepada kami. Ya Allah! Inilah ubun-ubun saya, terimalah dan ampunilah semua dosa-dosa saya. Ya Allah! Ampunilah saya dan orang-orang yang bercukur dan memendekkan rambutnya, Ya Allah yang mempunyai pengampunan yang sangat luas! "
Setelah selesai memotong rambut, bertakbir dan berdoa:

الحمد لله الذي قضى عنا نسكنا، اللهم زدنا إيمانا ويقينا وتوفيقا وعونا، واغفر لنا ولآبائنا وأمهاتنا والمسلمين أجمعين.


Segala puji bagi Allah yang telah menyempurnakan ibadah kami. Ya Allah! Tambahkanlah kami keimanan, keyakinan, taufiq dan pertolongan dan ampunilah kami, bapak-bapak kami, ibu-ibu kami dan semua kaum muslimin
Read more...

Sai

0 komentar

DOA SAI

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك, اللهم إني أسألك موجبات رحمتك, وعزائم مغفرتك, والسلامة من كل إثم, والفوز بالجنة, والنجاة من النار, اللهم إني أسألك الهدى والتقى والعفاف والغنى, اللهم أعني على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك. اللهم إني أسألك من الخير كله ما علمت منه وما لم أعلم, وأسألك الجنة وما قرب إليها من قول أو عمل, وأعوذ بك من النار وما قرب إليها من قول أو عمل.

Artinya, " Ya Allah Yang Maha membolak-balikkan hati manusia! Tetapkanlah hatiku pada agama-Mu. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu perbuatan-perbuatan baik yang dapat mendatangkan rahamt-Mu, dan perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan ampunan-Mu, dan keselamatan dari segala dosa, dan kemenangan mendapatkan surga, dan bebas dari api neraka. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu hidayah, ketakwaan, lindungan dan kekayaan. Ya Allah, bantulah aku untuk mengingat-Mu, mensyukuri (nikamt)-Mu dan memperbaiki ibadah kepada-Mu. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu segala kebaikan --yang aku ketahui ataupun yang tidak aku ketahui--. Aku memohon kepada-Mu surga dan apa yang dapat mendekatkan aku kepadanya lewat perkataan atau perbuatan. Aku berlindung kepada-Mu dari api neraka dan apa yang dapat mendekatkan aku kepadanya lewat perkataan atau perbuatan. "

SAFA

Disunahkan menaiki bukit Safa dan membaca firman Allah Taala,

إن الصفا والمروة من شعائر الله فمن حج البيت أو اعتمر فلا جناح عليه أن يطوف بهما ومن تطوع خيرا فإن الله شاكر عليم

Artinya, " Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebahagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-umrah, maka tidak salah kalau dia mengerjakan sai antara keduanya. Barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui."
Kemudian menghadap ke arah Kakbah sambil mengucapkan,

الله أكبر الله أكبر, الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا وسبحان الله العظيم وبحمده بكرة وأصيلا، لا إله إلا الله وحده، أنجر وعده، ونصر عبده، وهزم الأحزاب وحده لا إله إلا الله حقا حقا، لا إله إلا الله تعبدا ورقا، لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين.

Artinya, " Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah benar-benar Maha Besar. Segala puji yang banyak hanya untuk Allah. Dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung, dan dengan memujinya pada waktu pagi dan sore hari. Tidak ada tuhan selain Allah semata, yang telah memenuhi janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan golongan-golongan dengan sendiri. Sungguh-sunguh tidak ada tuhan selain Allah, tidak ada tuhan selain Allah Yang patut bagi kami untuk menyembah dan menghambakan diri kepada-Nya. Tidak ada tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali hanya kepada-Nya dengan mengikhlaskan segala ketaatan kepada-Nya."

MARWAH

Disunahkan menaiki bukit Safa dan membaca firman Allah Taala,

إن الصفا والمروة من شعائر الله فمن حج البيت أو اعتمر فلا جناح عليه أن يطوف بهما ومن تطوع خيرا فإن الله شاكر عليم

Artinya, " Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebahagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-umrah, maka tidak salah kalau dia mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui."
Kemudian menghadap ke arah Kakbah sambil mengucapkan,

الله أكبر الله أكبر, الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا وسبحان الله العظيم وبحمده بكرة وأصيلا، لا إله إلا الله وحده، أنجر وعده، ونصر عبده، وهزم الأحزاب وحده لا إله إلا الله حقا حقا، لا إله إلا الله تعبدا ورقا، لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين.

Artinya, " Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah benar-benar Maha Besar. Segala puji yang banyak hanya untuk Allah. Dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung, dan dengan memujinya pada waktu pagi dan sore hari. Tidak ada tuhan selain Allah semata, yang telah memenuhi janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan golongan-golongan dengan sendiri. Sungguh-sunguh tidak ada tuhan selain Allah, tidak ada tuhan selain Allah Yang patut bagi kami untuk menyembah dan menghambakan diri kepada-Nya. Tidak ada tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali hanya kepada-Nya dengan mengikhlaskan segala ketaatan kepada-Nya."
Read more...

Tawaf Qudum

0 komentar
Read more...

Ihram Dari Mikat

0 komentar

Keterangan Mikat Waktu

Waktu haji, mulai dari awal bulan Syawal sampai sepuluh Zulhijah.


Batas Tanah Haram
Lokasi:

Tan'im : Terletak sekitar jalan menuju Madinah, kira-kira enam Km. dari Mekah.
Wadi Nakhlah : Terletak di Timur Laut ke arah Irak, sekitar 14 Km. dari Mekah.
Ji`ranah : Terletak di arah Timur sekitar 16 Km. dari Mekah.
Adhah : Terletak sekitar jalan menuju Yaman, kira-kira 12 Km. dari Mekah.
Hudaibiah : Terletak di arah Barat, jalan menuju Jeddah. Sekarang dinamakan dengan Syamaisi sekitar 15 Km. dari Mekah.

A`lam adalah batu-batu (Tugu) pahatan setinggi satu meter yang terletak di tepi-tepi jalan tersebut.


Mikat Lokasi

Mikat-mikat lokasi yang ada dalam nash (teks):
Zul Hulaifah, untuk penduduk Madinah, Juhfah, untuk penduduk Syam, Qarnulmanazil, untuk penduduk Najd, Yalamlam, untuk penduduk Yaman. Beliau bersabda, " Inilah mikat-mikat untuk mereka dan untuk orang lain yang datang melewatinya dengan maksud ingin melaksanakan ibadah haji dan umrah. " Barangsiapa yang tidak sampai batas-batas tersebut, maka ia berihram dari rumahnya sendiri. Demikian pula penduduk Mekah, mereka niat ihram dari Mekah. Hal ini sudah merupakan kesepakatan para ilmuan.


Juhfah

Juhfah adalah mikat penduduk Mesir, Syam dan siapa saja yang datang melewatinya.


Zul Hulaifah

Zul Hulaifah adalah mikat penduduk Madinah, sebuah sumber air minum Bani Jasyum yang sekarang dinamakan dengan Abar (Bir) Ali. Inilah mikat yang paling jauh, sekitar 450 Km. dari Mekah. Unta menempuh jarak ini dalam waktu sembilan hari perjalanan dengan kecepatan 50 Km sehari atau empat Km. per-jam. Jarak ini dinamakan "satu marhalah".


Qarnul Manazil

Adalah gunung Musyrif di Arafah. Gunung ini dikatakan Qarnul Manazil, mikat penduduk Taif dan siapa saja yang datang melewatinya.


Zatu Irq

Dinamakan Zatu Irq karena di sana terdapat gunung Irq yang mengelilingi lembah bernama lembah Aqiq. Lembah ini adalah lokasi perkampungan yang terletak dua marhalah (900 Km) dari Mekah. Mikat ini tidak termasuk mikat yang disebut dalam hadis Rasulullah saw, tetapi sudah disepakati oleh para ulama.


Yalamlam

Yaitu nama satu gunung dari pegunungan Tuhamah yang terletak sekitar dua marhalah dari Mekah. Inilah mikat penduduk Yaman.

Read more...

Ibadah Umrah

0 komentar
Read more...

Ibadah Haji Ifrad

0 komentar
Read more...

Ibadah Haji Qiran

0 komentar
Read more...

Haji Tamattu'

0 komentar
Read more...

Haji dan Umrah

0 komentar
Haji Tamattu'
Yaitu memakai ihram dari mikat dengan niat umrah pada musim haji, setelah tahallul, memakai ihram lagi dengan niat haji pada hari Tarawiah (8 Zulhijah). Bagi yang melaksanakan haji tamattu diwajibkan membayar dam.

Haji Qiran
Memakai ihram dengan niat umrah dan haji sekaligus, sampai selesai melontar jumrah Aqabah dan diikuti dengan bercukur atau memotong rambut tanpa tahallul setelah selesai umrah. Bagi yang melaksanakan haji Qiran diwajibkan membayar dam.

Haji Ifrad
Yaitu memakai ihram dari mikat dengan niat haji saja, kemudian tetap dalam keadaan ihram sampai selesai haji (hari raya kurban). Yang melaksanakan haji ifrad tidak diharuskan membayar dam.


Read more...

Senin, 16 November 2009

Beberapa Kelalaian Ketika Berdiri di Dalam Shalat

0 komentar
Banyak kaum muslimin yang belum mengetahui beberapa kesalahan-kesalahannya di dalam shalat. Bahkan, kesalahan-kesalahan ini telah dianggapnya sebagai perkara yang benar, tanpa mengacu kepada dalil.

Contoh kecilnya ialah ketika berdiri, yaitu sebagai berikut.
1. Beranggapan bahwa takbiratul ihram harus berbarengan dengan niat shalat. Menurut mereka, yang demikian itu merupakan sesuatu yang wajib hukumnya. Sebagian yang lain menganggapnya merupakan perbuatan yang sunah.

Secara logika, hal ini sangatlah tidak mungkin untuk terjadi. Karena, ketika orang shalat dan hatinya sedang berkonsentrasi dengan menghayati kalimat takbir (Allah Mahabesar), dalam waktu yang bersamaan hatinya juga tidak mungkin berkonsentrasi tentang niat. Imam Syafi’i sendiri mengakui bahwa orang yang shalat tidak mungkin mampu apabila harus melakukan yang demikian itu.

2. Tidak mengangkat tangan pada tempat-tempat yang perintahkan untuk mengangkat tangan. Padahal, Rasulullah saw mengangkat tangannya ketika takbiratul ihram, rukuk, iktidal (bangkit dari rukuk), dan ketika berdiri dari rakaat kedua setelah tasyahud awal.

3. Merapatkan kaki ketika berdiri. Yang benar adalah ketika seseorang berdiri dalam shalat, hendaknya membuka kedua kaki dan tidak merapatkannya.

4. Tidak melakukan sujud tilawah ketika mendengar atau membaca ayat sajadah Padahal, dianjurkan bagi orang yang mendengar salah satu ayat sajadah disunahkan untuk turun melakukan sujud tilawah, baik dalam shalat maupun di luar shalat.

5. Berdiri pada salah satu kaki secara bergiliran. Seseorang yang shalat diperintahkan untuk mengerjakannya dengan khusyuk. Ia dianjurkan untuk menghindari hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi shalatnya. Berdiri pada salah satu kaki secara bergiliran dapat menyebabkan shalat seseorang menjadi tidak khusyuk.

Menghindari perbuatan yang dapat menyebabkan hilangnya kekhusyukan merupakan
keharusan. Akan tetapi, seseorang boleh mengangkat salah satu kakinya karena sakit, lanjut usia, atau keadaan darurat.

6. Terkadang, ada sebagian orang yang terlalu merenggangkan kakinya ketika berdiri dalam shalat. Dalam hal ini, seyogianya dilakukan sewajarnya saja.

7. Pandangan orang yang shalat tidak tertuju ke arah tempat sujud. Yang sesuai dengan tuntunan dalam hal ini adalah orang yang shalat ketika sedang berdiri seharusnya memfokuskan pandangannya ke tempat sujud. Kecuali, ketika membaca tasyahud, hendaknya memfokuskan pandangannya ke arah telunjuk tangan kanan.

Dan, masih banyak lagi kesalahan-kesalahan yang kerap dilakukan seorang muslim di dalam shalatnya. Temukan selengkapnya di dalam buku 500 Kelalaian Dalam Shalat karya Akhmad Faozan, Lc., M.Ag.

Di dalam buku terbitan QultumMedia ini memberikan 500 soal dan jawaban setiap masalah di dalam shalat Anda. Mulai dari kelalaian seputar bersuci, pakaian, dan tempat shalat, seputar azan dan iqamat, seputar waktu pelaksanaan shalat, seputar gerakan dan bacaan shalat, sampai kelalaian dalam shalat-shalat sunah.

Read more...